Foto: Suasana Jakarta Light Festival 2025 edisi Natal di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (24/12/2025/ANTARA)
JAKARTA – Wajah ibu kota bertransformasi menjadi panggung cahaya yang memukau pada puncak perayaan Natal 2025. Kawasan ikonik Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, terpantau dipadati oleh ribuan warga pada Rabu malam, 24 Desember 2025. Antusiasme masyarakat membuncah seiring dengan digelarnya Jakarta Light Festival 2025 edisi Natal, sebuah inisiatif dari Pemerintah Provinsi Jakarta untuk menyemarakkan suasana akhir tahun.
Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 21.45 WIB, arus manusia masih terus mengalir memenuhi area trotoar dan ruang terbuka di sekeliling monumen Selamat Datang. Jakarta Light Festival tahun ini tampaknya sukses menjadi magnet bagi warga yang ingin merasakan atmosfer liburan di tengah kota tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke luar daerah.

Lautan Cahaya di Jantung Ibu Kota
Pemerintah Provinsi Jakarta tidak setengah-setengah dalam mempercantik wajah kota tahun ini. Sepanjang mata memandang di kawasan Bundaran HI, masyarakat disuguhi oleh berbagai ornamen lampu bertema Natal dan pergantian tahun yang sangat estetik. Salah satu daya tarik utama yang paling banyak mencuri perhatian adalah sebuah pohon Natal berukuran raksasa yang berdiri tegak dengan pendaran cahaya keemasan.
Tak hanya itu, instalasi terowongan lampu (light tunnel) warna-warni menjadi titik favorit warga untuk mengantre. Pendar cahaya dari instalasi tersebut menciptakan efek visual yang dramatis, terutama saat dipadukan dengan latar belakang gedung-gedung pencakar langit Jakarta. Ornamen pelengkap seperti boneka salju yang menggemaskan hingga instalasi cahaya artistik yang melilit pepohonan di sepanjang jalan protokol menambah kesan magis pada malam tersebut.
Gemerlap cahaya ini berpadu dengan dinamika lalu lintas kota yang tetap bergerak di sekeliling bundaran, menciptakan kontras yang indah antara hiruk-pikuk metropolis dan ketenangan suasana festival.
Momen Kebersamaan dan Berburu Konten Visual
Di tengah kerumunan, aktivitas berfoto menjadi pemandangan yang dominan. Hampir setiap sudut instalasi cahaya dimanfaatkan warga untuk mengabadikan momen bersama keluarga, pasangan, maupun sahabat. Kamera ponsel tampak menyala di mana-mana, menangkap senyum dan tawa masyarakat yang menikmati hiburan gratis berkualitas di ruang publik.
Bagi warga seperti Arif, warga asli Jakarta, festival ini adalah berkah tersendiri di akhir tahun. Ia memboyong seluruh anggota keluarganya untuk berjalan santai menyusuri trotoar Bundaran HI.
“Suasananya meriah banget. Anak-anak senang melihat lampu-lampunya, apalagi ada terowongan lampu yang bisa dilewati. Lumayan jadi hiburan gratis,” ujar Arif dengan nada puas. Baginya, kehadiran festival semacam ini memberikan alternatif hiburan yang terjangkau namun tetap memberikan kesan mendalam bagi anak-anaknya.
Senada dengan Arif, Rina yang datang jauh-jauh dari Bekasi bersama teman-temannya juga memberikan apresiasi tinggi. Baginya, wajah Bundaran HI malam ini sangat jauh berbeda dari biasanya yang dikenal sebagai titik kemacetan parah di jam pulang kantor.
“Biasanya jam segini Bundaran HI macet sama orang pulang kerja. Kalau sekarang jadi cantik. Cocok buat foto-foto dan cuci mata,” kata Rina. Transformasi visual kawasan ini terbukti mampu mengubah persepsi warga tentang hiruk-pikuk Jakarta menjadi ruang yang lebih manusiawi dan menyenangkan untuk dinikmati.
Baca Juga : Rayakan Keberagaman, Krontjong Toegoe Pukau Penonton Galeri Indonesia Kaya
Agenda Tahunan dan Upaya Mempercantik Kota
Jakarta Light Festival 2025 edisi Natal ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai dari tanggal 23 hingga 27 Desember 2025. Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian besar perayaan Natal 2025 dan menyongsong Tahun Baru 2026.
Lebih dari sekadar hiasan, Pemerintah Provinsi Jakarta melalui festival ini memiliki misi untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang memiliki ruang publik inklusif. Penataan cahaya yang masif di sepanjang jalan protokol tidak hanya bertujuan untuk hiburan, tetapi juga sebagai strategi untuk menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara agar menghabiskan waktu liburannya di ibu kota.
Penyebaran instalasi di ruang terbuka juga memungkinkan sirkulasi udara yang lebih baik dan memberikan rasa aman bagi warga yang ingin berjalan kaki. Fasilitas trotoar yang kini sudah lebih lebar di kawasan Sudirman-Thamrin memudahkan ribuan orang untuk bergerak secara teratur meski dalam kondisi padat.

Dampak Ekonomi dan Psikologis Warga
Kehadiran massa dalam jumlah besar di Bundaran HI secara tidak langsung memberikan dampak positif bagi ekosistem di sekitarnya. Gerai-gerai makanan dan pusat perbelanjaan di sekitar kawasan tersebut turut merasakan imbas dari keramaian penonton festival.
Selain dampak ekonomi, secara psikologis, festival cahaya seperti ini diyakini mampu meningkatkan indeks kebahagiaan warga. Gemerlap lampu yang menghiasi pepohonan dan instalasi seni memberikan efek relaksasi di tengah tekanan rutinitas kerja sepanjang tahun. Bagi masyarakat urban, momen sederhana seperti berjalan di bawah terowongan cahaya atau berfoto di depan pohon Natal raksasa adalah cara efektif untuk “mengisi ulang” energi menyambut tahun yang baru.
Jakarta yang Terus Bersinar
Hingga menjelang tengah malam, keramaian di kawasan Bundaran HI belum menunjukkan tanda-tanda surut. Jakarta Light Festival 2025 sukses membuktikan bahwa dengan sentuhan kreativitas dan penataan yang baik, sudut-sudut kota yang biasanya kaku bisa menjadi sangat hangat dan penuh kebersamaan.
Bagi Anda yang belum sempat berkunjung, festival ini masih akan menerangi langit Jakarta hingga 27 Desember mendatang. Datanglah bersama orang-orang terkasih, siapkan memori ponsel Anda, dan nikmatilah sisi paling cantik dari Jakarta di penghujung tahun 2025. Melalui festival ini, Jakarta menegaskan diri sebagai kota yang tidak pernah tidur, namun selalu punya cara untuk menghibur warganya dengan cahaya.





