AKSARA gelar ArtForCharity di Terowongan Kendal pada 24-25 Desember untuk bantu korban bencana Sumatra.
JAKARTA – Seni tidak hanya berhenti pada estetika visual atau pertunjukan panggung semata. Di tangan para kreator yang tergabung dalam Asosiasi Kreatif Seniman Nusantara (AKSARA), seni menjelma menjadi gerakan sosial yang kuat dan nyata. Melalui kegiatan bertajuk ArtForCharity: Dari Seniman Nusantara untuk Sumatera, AKSARA menginisiasi aksi solidaritas untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana alam di wilayah Sumatra.
Kegiatan ini menjadi magnet perhatian di tengah hiruk-pikuk pusat kota Jakarta. Dengan memanfaatkan ruang publik yang strategis, AKSARA berupaya mengetuk pintu hati masyarakat luas untuk terlibat aktif dalam misi kemanusiaan ini melalui kolaborasi seni dan donasi.
Titik Kumpul Solidaritas di Terowongan Kendal
Pemilihan lokasi kegiatan di Terowongan Kendal, Jalan Tanjung Karang, Kelurahan Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, bukan tanpa alasan. Kawasan ini dikenal sebagai titik pertemuan komuter dan pusat aktivitas kreatif anak muda Jakarta.
Acara ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari penuh, yakni pada 24 hingga 25 Desember 2025. Dimulai pukul 14.00 WIB hingga selesai, Terowongan Kendal akan disulap menjadi ruang kolaborasi di mana seni dan empati bertemu. Bagi warga yang melintas atau sengaja datang, lokasi ini menjadi akses yang sangat mudah untuk menyalurkan bantuan sembari menikmati sajian kreatif dari para seniman.

Menghimpun Harapan Lewat Logistik dan Donasi Digital
Dalam gerakan ArtForCharity ini, AKSARA tidak hanya membatasi bantuan pada dana tunai. Menyadari kebutuhan mendesak para pengungsi di Sumatra, panitia juga menghimpun berbagai kebutuhan logistik yang layak pakai.
Masyarakat diajak untuk mendonasikan barang-barang seperti:
- Pakaian layak pakai
- Selimut dan tikar
- Sandal dan sepatu
- Kebutuhan sandang lainnya yang masih berfungsi baik.
Untuk memudahkan masyarakat yang ingin berkontribusi secara finansial tanpa membawa uang tunai, AKSARA juga menyediakan sistem donasi digital melalui QRIS AKSARA. Fleksibilitas ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi kaum milenial dan gen-Z yang terbiasa dengan transaksi non-tunai. Seluruh donasi yang terkumpul, baik berupa uang maupun barang, nantinya akan disalurkan secara profesional melalui LAZISMU (Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah) sebagai mitra resmi penyaluran.
Kekuatan Kolaborasi Lintas Komunitas
Salah satu poin penting yang membuat kegiatan ini begitu bermakna adalah keterlibatan berbagai elemen masyarakat dan komunitas kreatif. ArtForCharity lahir dari sinergi yang luas, melibatkan LAZISMU Tanah Abang, MITJ, Karang Taruna Kelurahan Kebon Melati, LMK Kelurahan Kebon Melati, VENA Enterprise, Kath Babylon, RW 002 Kelurahan Kebon Melati, hingga Sanggar Raka.
Dukungan dari berbagai mitra kreatif lainnya mempertegas pesan bahwa aksi kemanusiaan akan memberikan dampak yang jauh lebih besar jika dikerjakan bersama-sama. Kolaborasi ini membuktikan bahwa batas-batas antara dunia seni, organisasi sosial, dan birokrasi tingkat kelurahan bisa dilebur demi satu tujuan mulia: membantu sesama.

Baca Juga : Bundaran HI Padat, Warga Jakarta Antusias Serbu Jakarta Light Festival 2025
Pernyataan Ketua Umum: Seni Sebagai Ruang Empati
Ketua Umum AKSARA menegaskan bahwa filosofi di balik ArtForCharity bukan sekadar kegiatan penggalangan dana biasa. Lebih dari itu, ini adalah upaya untuk menciptakan ruang kebersamaan di mana setiap individu bisa mengekspresikan kepeduliannya.
“Melalui seni dan kolaborasi, kami ingin menghadirkan harapan serta mengajak masyarakat ikut terlibat langsung dalam aksi kemanusiaan,” ujarnya. Menurutnya, kreativitas para seniman Nusantara adalah energi yang bisa digunakan untuk memicu semangat solidaritas masyarakat luas. Seni di sini berperan sebagai media komunikasi yang mampu menyentuh sisi kemanusiaan terdalam tanpa terasa menggurui.

Undangan bagi Seluruh Warga Jakarta
Di tengah suasana libur akhir tahun, AKSARA mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan berpartisipasi di Terowongan Kendal. Kehadiran masyarakat bukan hanya dinilai dari jumlah donasi yang diberikan, melainkan dari kehadiran fisik dan dukungan moral yang ditunjukkan.
Setiap kontribusi, sekecil apa pun, merupakan bentuk dukungan dan harapan bagi saudara-saudara kita di Sumatra yang kini tengah berjuang memulihkan keadaan pascabencana. AKSARA berharap gerakan ArtForCharity ini bisa menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk terus bergerak dan peduli, membuktikan bahwa seniman Nusantara selalu memiliki tempat bagi mereka yang sedang berduka.
Mari bersatu di Terowongan Kendal, ubah kreativitas menjadi aksi nyata, dan sampaikan pesan kepada Sumatra bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi ujian ini.





