Presiden Prabowo disambut hangat oleh sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih yang telah tiba terlebih dahulu, jajaran KBRI London serta mahasiswa dan diaspora Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di Inggris. (BPMI Setpres/Red)
LONDON – Di balik agenda diplomatik tingkat tinggi yang kaku dan formal, sisi humanis Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terpancar nyata saat beliau menginjakkan kaki di London, Inggris. Pada Minggu (18/01/2026), suasana di hotel tempat Presiden bermalam berubah menjadi penuh kehangatan saat puluhan pasang mata mahasiswa dan diaspora Indonesia menyambut kedatangan sang Kepala Negara dengan antusiasme yang meluap.
Kunjungan kerja ini tidak hanya menjadi panggung bagi diplomasi antarnegara, tetapi juga menjadi momen “pulang ke rumah” bagi para pelajar perantauan yang sedang berjuang menuntut ilmu di negeri orang.
Penyambutan Hangat di Jantung Britania
Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo tidak langsung beristirahat. Beliau disambut oleh jajaran Menteri Kabinet Merah Putih yang telah tiba lebih awal, serta staf dari KBRI London. Namun, pemandangan yang paling mencolok adalah kehadiran para mahasiswa Indonesia dari berbagai universitas di Inggris yang telah menunggu untuk melihat pemimpin mereka dari dekat.
Suasana akrab segera menyelimuti lobi hotel. Tanpa sekat protokoler yang kaku, Presiden Prabowo tampak menyalami satu per satu mahasiswa dan diaspora yang hadir. Beliau memberikan perhatian khusus dengan menanyakan kabar dan berdialog singkat mengenai jurusan studi yang tengah mereka tempuh. Gestur sederhana ini menciptakan suasana kebapakan yang sangat dirasakan oleh para pelajar.
Alma dari Merauke: “Seperti Bertemu Bapak Sendiri”
Salah satu momen paling menyentuh datang dari Alma, seorang mahasiswi asal Merauke, Papua, yang kini tengah menempuh pendidikan magister di University of Sussex. Mengambil jurusan Manajemen Bisnis, Alma mengaku sangat terharu bisa bertatap muka langsung dengan Presiden Prabowo untuk pertama kalinya.
Bagi Alma, kehadiran Presiden bukan sekadar kunjungan pejabat negara, melainkan bentuk perhatian seorang ayah kepada anaknya yang sedang merantau jauh dari tanah kelahiran di ujung timur Indonesia.
“Ini pengalaman yang sangat luar biasa sekali. Pengalaman pertama juga melihat Presiden. Beliau begitu humble. Kemudian menyapa kami semua. Merasa seperti anak-anak yang bertemu dengan Bapak sendiri di tanah rantau. Saya sangat senang dan terharu,” ujar Alma dengan mata berkaca-kaca.
Alma juga menuturkan bahwa pertanyaan spontan Presiden mengenai studinya menjadi suntikan semangat baru. Bagi mahasiswi asal Merauke ini, perhatian Presiden menegaskan bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan bangsa. Ia membawa harapan besar agar pendidikan yang ia tempuh bisa menjadi kontribusi nyata bagi visi Indonesia Emas 2045. Kehadiran Presiden di London, menurutnya, adalah bukti nyata bahwa negara peduli terhadap pendidikan anak-anak bangsanya, dari manapun mereka berasal.
Kesan Mendalam: Sosok Pemimpin yang “Humble”
Kesan serupa juga dirasakan oleh sekelompok mahasiswa lainnya, yakni Jovan, Dara, Adia, dan Tessa. Mereka mengungkapkan kekaguman atas sikap rendah hati yang ditunjukkan oleh Presiden Prabowo. Mereka mengaku terkejut atau amazed melihat bagaimana seorang Kepala Negara bersedia meluangkan waktu untuk menyalami masyarakat, mulai dari tim KBRI hingga kalangan mahasiswa.
“Kita jujur, bisa dikatakan amazed, karena kan beliau sangat humble, tadi juga beliau menyalami banyak sekali masyarakat, dari mulai tim KBRI sampai mahasiswa, kita merasa senang, karena kami sudah menyambut beliau, dan beliau akhirnya balik menyambut kami dengan baik,” tutur mereka secara kolektif.
Bagi para mahasiswa ini, sambutan balik dari Presiden adalah bentuk apresiasi terhadap keberadaan diaspora Indonesia di luar negeri. Mereka tidak hanya melihat sosok pemimpin, tetapi juga sosok yang mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang jarak geografis.
Harapan untuk Kolaborasi Pendidikan Global
Dalam momen tersebut, terselip harapan besar dari para intelektual muda Indonesia di Inggris. Jovan dan rekan-rekannya menyampaikan keinginan agar pemerintah terus memperkuat kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Inggris. Mereka berharap kemitraan dengan universitas-universitas terkemuka di Inggris dapat diperluas, sehingga lebih banyak anak muda Indonesia yang bisa mencicipi kualitas pendidikan global.
Namun, harapan mereka tidak berhenti di sektor edukasi saja. Para mahasiswa ini mendambakan kepemimpinan Presiden Prabowo ke depan dapat membawa kemajuan yang merata di berbagai bidang kehidupan. “Bukan hanya di bidang edukasi, tapi di bidang mungkin kesehatan juga, dan pekerjaan, dan lain-lain. Tapi untuk ke depannya sih kita berharap lancar semuanya, dan kesuksesannya, pasti,” tambah mereka.
Baca Juga : Prabowo Temui Raja Charles III dan PM Starmer di London
Misi STEM dari Universitas Oxford
Tak kalah inspiratif adalah cerita dari Azka, mahasiswa tahun ketiga di Universitas Oxford. Mengambil jurusan Teknik, Azka merasakan haru mendalam saat bertemu Presiden di London. Sebagai mahasiswa di salah satu universitas terbaik dunia, Azka menyadari tanggung jawab besar yang ada di pundaknya.
Ia secara spesifik menyampaikan harapannya untuk bisa memberikan kontribusi nyata di bidang sains dan teknologi sekembalinya ke tanah air kelak. Azka ingin menjadi bagian dari mesin penggerak kemajuan Indonesia melalui pengembangan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
“Saya berharap dapat menggunakan ilmu teknik saya untuk membantu memajukan Indonesia, dan berkontribusi dalam upaya mengembangkan STEM agar dapat memajukan negara kita,” tegas Azka. Komitmen Azka mencerminkan semangat generasi muda Indonesia di luar negeri yang tetap memiliki hati di tanah air.
Refleksi: Negara Hadir di Tengah Diaspora
Kehadiran Presiden Prabowo di tengah-tengah diaspora Indonesia di London ini menjadi pesan simbolis yang kuat. Ini adalah cerminan dari perhatian negara terhadap generasi muda Indonesia yang tengah menimba ilmu di luar negeri. Di tengah kesibukan mengurus urusan diplomatik dan kemitraan strategis dengan Pemerintah Inggris, Presiden tetap menempatkan mahasiswa sebagai prioritas untuk disapa.
Momen di London ini menegaskan bahwa setiap pelajar di luar negeri adalah duta bangsa yang berharga. Dukungan moral yang diberikan Presiden melalui jabat tangan dan dialog singkat adalah bahan bakar bagi mereka untuk menyelesaikan studi dan kembali ke Indonesia dengan segudang ilmu.
Pemerintah Indonesia, melalui kunjungan ini, kembali menggarisbawahi bahwa SDM unggul adalah kunci utama menuju Indonesia Emas 2045. Dialog antara Presiden dan para mahasiswa di London menjadi pengingat bahwa di manapun mereka berada, negara hadir untuk mendukung impian mereka demi kemajuan bangsa yang merata.
Kunjungan Presiden ke London pun berlanjut dengan agenda-agenda kenegaraan lainnya, namun kesan hangat yang ditinggalkan di lobi hotel malam itu akan terus membekas di hati para mahasiswa perantauan sebagai kenangan berharga tentang sosok pemimpin yang menyapa mereka seperti keluarga sendiri.
(BPMI Setpres/Red)




