Momen Natal penuh kasih di Tapteng! FKN dan JBMI salurkan bantuan bencana
TUKKA, TAPANULI TENGAH – Hari Natal seharusnya menjadi waktu untuk bersukacita, namun bagi warga di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), akhir tahun 2025 ini harus dilewati dengan ujian berat akibat bencana alam. Di tengah suasana duka tersebut, sebuah aksi kemanusiaan yang menyejukkan hati muncul sebagai oase. Forum Keberagaman Nusantara (FKN) bersama Jam’iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) Kabupaten Tapanuli Tengah bergerak serentak menunjukkan wajah asli Indonesia: gotong royong tanpa sekat.
Pada Kamis, 25 Desember 2025, kolaborasi lintas organisasi ini menyalurkan bantuan kemanusiaan secara masif kepada warga terdampak di beberapa titik krusial, mulai dari Desa Huta Na Bolon, Desa Sigotom, Kelurahan Tukka, hingga posko pengungsian di SMA 1 Tukka dan masyarakat luas di sekitar wilayah Kecamatan Tukka.
Kehadiran Tokoh dan Sinergi Pemerintah
Kegiatan mulia ini menjadi semakin bermakna dengan kehadiran dan pendampingan langsung dari Wakil Bupati Tapanuli Tengah, Bapak Mahmud. Kehadiran pimpinan daerah di lokasi bencana bukan hanya soal urusan administratif, melainkan simbol bahwa pemerintah daerah hadir dan mendukung penuh inisiatif masyarakat dalam menanggulangi dampak bencana.
Tak hanya itu, jajaran tokoh nasional dan daerah juga turun langsung ke lapangan. Ketua Umum FKN, Arif Rahmansyah Marbun, hadir didampingi oleh sosok senior Mayor Jenderal (Purn) Albiner Sitompul. Kehadiran jenderal purnawirawan ini memberikan suntikan moral tersendiri bagi para relawan dan warga. Selain itu, Ketua JBMI Tapteng, Alfansyuri Hutagalung, beserta para relawan Forum Keberagaman Nusantara tampak bahu-membahu mendistribusikan logistik bantuan dengan tulus ikhlas.
Penyaluran di Titik-Titik Terdampak
Distribusi bantuan dilakukan dengan menyisir beberapa lokasi yang paling membutuhkan. Di Desa Huta Na Bolon dan Desa Sigotom, tim relawan menemui warga yang rumahnya mengalami kerusakan. Sementara itu, di Posko Pengungsian SMA 1 Tukka, bantuan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi yang terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka demi keamanan.
Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai kebutuhan mendesak yang diharapkan dapat meringankan beban ekonomi warga yang terhenti aktivitasnya akibat bencana. Penyerahan bantuan ini berlangsung penuh haru; pelukan dan jabat tangan erat menjadi pemandangan yang mendominasi setiap titik lokasi penyerahan.
“Bantuan ini adalah wujud nyata kepedulian kita terhadap sesama anak bangsa. Di saat mereka sedang susah, kita hadir untuk menguatkan dan menyemangati,” ujar salah seorang perwakilan tim penyalur bantuan di sela-sela kegiatannya.
Natal dan Pesan Keberagaman dari Tapanuli Tengah
Momentum 25 Desember yang merupakan hari besar umat Kristiani dijadikan sebagai panggung untuk menunjukkan bahwa kepedulian tidak mengenal perbedaan keyakinan. FKN yang berbasis pada semangat keberagaman nusantara dan JBMI yang merupakan organisasi masyarakat Batak Muslim bersatu dalam satu komando kemanusiaan.
Pesan yang ingin disampaikan sangat jelas: musibah adalah urusan kemanusiaan, dan kemanusiaan adalah jembatan yang melintasi segala perbedaan agama maupun suku. Hal ini tercermin dari suasana di lapangan, di mana relawan dari berbagai latar belakang bekerja sama tanpa melihat identitas masing-masing.
Masyarakat Huta Na Bolon dan masyarakat Kecamatan Tukka secara umum menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam. Bagi mereka, bantuan ini bukan sekadar soal nilai materinya, melainkan kehadiran para tokoh dan relawan yang bersedia datang langsung menembus lokasi bencana di hari libur nasional adalah bentuk perhatian yang tak ternilai harganya.

Kekuatan Gotong Royong: Inspirasi bagi Nusantara
Forum Keberagaman Nusantara (FKN) dan JBMI menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para donatur, relawan, serta instansi terkait yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk program ini. Dukungan kolektif ini membuktikan bahwa kekuatan gotong royong di Indonesia masih sangat kuat dan menjadi modal sosial utama dalam menghadapi krisis.
“Keberagaman kita adalah kekuatan. Bersama, kita bisa saling menguatkan di saat suka maupun duka,” tegas perwakilan JBMI menutup sesi wawancara. Kalimat ini seolah menegaskan bahwa Tapanuli Tengah adalah contoh kecil dari Indonesia yang harmonis, di mana masyarakatnya saling peduli dan menjaga di tengah keberagaman yang ada.
Baca Juga : AKSARA Gelar ArtForCharity di Terowongan Kendal, Galang Donasi untuk Bencana Sumatra
Harapan Pasca-Bencana
Melalui aksi ini, diharapkan proses pemulihan warga di Kecamatan Tukka dapat berjalan lebih cepat. Bantuan ini diharapkan membawa berkah dan menjadi pemicu bagi pihak lain untuk turut serta memberikan kontribusi dalam proses rehabilitasi pasca-bencana di Tapanuli Tengah.
Semangat yang ditunjukkan oleh FKN, JBMI, dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah pada Natal 2025 ini akan dicatat sebagai sejarah kebaikan yang melampaui batas-batas primordial. Indonesia yang harmonis bukan sekadar impian, tetapi nyata adanya dan hidup subur di Bumi Tapanuli Tengah.
Semoga bantuan yang tersalurkan menjadi ladang amal bagi para donatur dan menjadi kekuatan bagi warga yang terdampak untuk segera bangkit kembali menata masa depan.





