Presiden Prabowo resmi melantik 16 anggota Dewan Energi Nasional (DEN) 2026 dari unsur pemerintah dan pakar di Istana Negara (BPMI Setpres)
JAKARTA – Langkah strategis dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional kembali diambil oleh Pemerintah. Pada Rabu (28/01/2026), bertempat di Istana Negara, Jakarta, Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran keanggotaan Dewan Energi Nasional (DEN) periode terbaru.
Pelantikan ini menjadi momentum krusial bagi Kabinet Merah Putih dalam merumuskan kebijakan energi yang lebih berkelanjutan dan integratif, mengingat tantangan transisi energi global yang semakin mendesak.
Landasan Hukum Pelantikan DEN 2026
Prosesi pelantikan ini dilakukan dengan dasar hukum yang kuat dan melalui prosedur ketatanegaraan yang ketat. Presiden Prabowo menandatangani dua Keputusan Presiden (Keppres) utama sebagai landasan pengangkatan anggota dewan ini:
- Keppres Nomor 134/P Tahun 2025: Mengenai Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Dewan Energi Nasional dari unsur Pemangku Kepentingan.
- Keppres Nomor 6/P Tahun 2026: Mengenai Pengangkatan Keanggotaan Dewan Energi Nasional dari unsur Pemerintah.
Dengan diterbitkannya kedua aturan ini, struktur DEN kini telah lengkap, menggabungkan kekuatan birokrasi pemerintahan dengan keahlian praktis serta akademis dari para pemangku kepentingan.
Daftar Lengkap Anggota DEN dari Unsur Pemerintah
Dalam struktur Dewan Energi Nasional, peran kementerian terkait sangatlah vital untuk memastikan kebijakan energi sinkron dengan rencana pembangunan nasional. Berikut adalah jajaran Menteri yang mengemban amanah sebagai anggota DEN:
- Ketua Harian DEN: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
- Anggota (Menteri Keuangan): Bertanggung jawab atas stabilitas fiskal dan pendanaan sektor energi.
- Anggota (Menteri PPN/Kepala Bappenas): Memastikan integrasi energi dalam rencana pembangunan jangka panjang.
- Anggota (Menteri Perhubungan): Fokus pada penggunaan energi di sektor transportasi dan logistik.
- Anggota (Menteri Perindustrian): Mengawal kebutuhan energi untuk hilirisasi industri nasional.
- Anggota (Menteri Pertanian): Terfokus pada pengembangan bioenergi dan ketahanan pangan berbasis energi.
- Anggota (Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi): Menangani riset dan inovasi teknologi energi masa depan.
- Anggota (Menteri Lingkungan Hidup): Memastikan transisi energi tetap selaras dengan target pengendalian perubahan iklim.
Sinergi delapan kementerian ini menunjukkan bahwa masalah energi bukan sekadar urusan teknis kabel dan pipa, melainkan menyangkut seluruh aspek kehidupan bernegara.
Representasi Pemangku Kepentingan dalam DEN
Selain dari unsur pemerintah, Presiden Prabowo juga melantik delapan tokoh dari unsur pemangku kepentingan yang memiliki latar belakang kepakaran kuat. Berikut nama-nama yang resmi mengemban tugas tersebut:
- Johni Jonatan Numberi
- Mohammad Fadhil Hasan
- Satya Widya Yudha
- Sripeni Inten Cahyani
- Unggul Priyanto
- Saleh Abdurrahman
- Muhammad Kholid Syeirazi
- Surono
Kehadiran para pakar ini diharapkan mampu memberikan perspektif objektif, berbasis data, dan solutif terhadap permasalahan energi nasional, mulai dari isu distribusi di wilayah terpencil hingga pengembangan energi baru terbarukan (EBT).
Prosesi Pengambilan Sumpah Jabatan yang Khidmat
Acara dimulai dengan pembacaan Keputusan Presiden, diikuti dengan pengambilan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Suasana di Istana Negara berlangsung khidmat saat para anggota DEN mengucapkan janji setia kepada negara.
“Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ujar Presiden saat mendiktekan sumpah jabatan yang diikuti dengan lantang oleh seluruh terlantik.
Penggalan sumpah tersebut menekankan pada etika jabatan dan tanggung jawab penuh dalam menjalankan tugas. Setelah prosesi sumpah, acara dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan di hadapan Presiden.
Kehadiran Tokoh Penting dan Sinergi Antar Lembaga
Pelantikan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh kunci keamanan dan pemerintahan. Tampak hadir Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Kehadiran pimpinan TNI dan Polri menegaskan bahwa ketahanan energi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari ketahanan nasional dan stabilitas keamanan negara.
Setelah prosesi resmi selesai, Presiden Prabowo dan Wapres Gibran memberikan ucapan selamat secara langsung kepada para anggota dewan yang baru dilantik. Hal ini kemudian diikuti oleh para tamu undangan dan rekan sejawat dari Kabinet Merah Putih.
Baca Juga : Presiden Prabowo Percepat Kerja Sama Pendidikan RI-Inggris Raya
Pentingnya Peran DEN bagi Masa Depan Indonesia
Dewan Energi Nasional memegang mandat besar untuk merancang Kebijakan Energi Nasional (KEN) dan menetapkan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, DEN diharapkan dapat lebih agresif dalam:
- Mengurangi Ketergantungan Impor BBM: Melalui optimalisasi sumber daya energi dalam negeri.
- Akselerasi Transisi Energi: Memastikan Indonesia mencapai target emisi bersih (Net Zero Emission) tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi.
- Ketahanan Energi Nasional: Memastikan ketersediaan energi yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat, dari Sabang sampai Merauke.
Dengan komposisi anggota yang melibatkan menteri strategis dan pakar lintas disiplin, DEN periode 2026 ini memiliki beban tugas untuk menjawab tantangan krisis energi global dan memastikan Indonesia tetap berdaulat di atas kaki sendiri.
Menatap Optimisme Energi Nasional
Pelantikan di Istana Negara ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan titik awal bagi kerja nyata jajaran Dewan Energi Nasional. Masyarakat menaruh harapan besar agar kebijakan yang dihasilkan nantinya dapat berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat dan kemajuan industri dalam negeri.
Melalui koordinasi intensif di bawah Ketua Harian—Menteri ESDM—serta pengawasan langsung dari Presiden, langkah-langkah besar di sektor energi diharapkan segera terealisasi dalam waktu dekat. (BPMI Setpres)





