Januari 29, 2026

Tentang Kami

tentang_kami_SJ

Suara Jayamahe adalah perusahaan media digital yang bergerak di bidang berita online

Suara Jayamahe adalah perusahaan media digital yang bergerak di bidang berita online, berfokus pada isu-isu nasional, kebudayaan, sejarah, dan edukasi kebangsaan. Tentang Kami di tengah derasnya arus informasi global, Suara Jayamahe hadir sebagai jangkar kebenaran—menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan bermakna bagi publik Indonesia.

Didukung oleh tim jurnalistik yang berpengalaman dan teruji kredibilitasnya, kami menggabungkan ketajaman analisis, integritas editorial, dan kepekaan sosial dalam setiap liputan. Para jurnalis dan editor kami telah mengikuti pelatihan nasional dan internasional yang menekankan etika, verifikasi, dan keberimbangan, menjadikan Suara Jayamahe sebagai sumber informasi yang dapat dipercaya.

Kami berkomitmen untuk:

  • Menyajikan berita yang faktual dan kontekstual
  • Mendorong literasi media dan pemikiran kritis
  • Menjadi ruang dialog yang inklusif dan membangun
  • Mengangkat narasi lokal dan nasional yang berdampak

Melalui platform digital yang responsif dan ramah pengguna, Suara Jayamahe menyajikan artikel harian, liputan mendalam, infografik, dan modul edukasi kebangsaan. Kami percaya bahwa media bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga alat pembelajaran publik dan penguat identitas bangsa.

Suara Jayamahe bukan sekadar media—kami adalah mitra informasi yang menjaga akurasi, membangun kesadaran, dan memperkuat nilai kebangsaan di era digital.

Irawady Bhasckara adalah Kepala Redaksi Suara Jayamahe, seorang jurnalis senior yang telah berkecimpung lebih dari dua dekade di dunia media dan komunikasi publik. Dengan latar belakang sebagai jurnalis di televisi nasional, Irawady memiliki keahlian dalam strategi editorial berbasis nilai kebangsaan, pengembangan konten budaya dan wisata, serta pembinaan penulis muda dalam storytelling digital. Visi besarnya adalah menjadikan Suara Jayamahe sebagai ruang inklusif bagi suara-suara lokal yang membentuk identitas Indonesia secara utuh dan berwarna. Dalam setiap kesempatan, ia selalu mengingatkan bahwa cerita bukan sekadar tulisan, melainkan jembatan antara masa lalu dan masa depan. “Ketika kamu menulis tentang daerahmu,” ujarnya, “kamu sedang menjaga warisan, membangun harapan, dan menyuarakan Indonesia dari akar rumput.”